Minggu, 30 Mei 2021

Tari Margapati

 Mengenal Seni Budaya Bali, yang terkenal dengan Pulau Seribu Pura. Bali merupakan salah satu Pulau di Indonesia yang beribukotakan Denpasar. Dimana Bali juga surga wisata yang memiliki daya tarik berwisata baik untuk wisatawan Asing maupun wisatawan Lokal, karena daerahnya memiliki  keindahan yang sangat menarik bagi para wisatawan.

Masyarakat Pulau Bali ini sebagian besar memeluk Agama Hindu. Tidak hanya keindahan daerahnya saja yang menarik wisatawan, namun juga karena keaneka ragam kesenian serta kebudayaan yang ada di Bali.

Bali memang selalu memberikan pesonanya serta memiliki seni dan budaya yang beraneka ragam. Seni Budaya sangat penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Bali. Beberapa kegian juga menggunakan unsur seni yaitu seni rupa, seni musik, seni sastra dan seni tari. Kali ini saya mencoba memberikan sekilas tentang seni budaya yang ada di Bali, salah satunya adalah seni tari Bali.

Seni Tari beraneka ragam jenisnya, salah satunya yaitu  Tari Margapati.


Tari Margapati











Tari Margapati adalah jenis tari hiburan, dimana dipentaskan pada saat mengisi acara dalam upacara agama di Bali. Tari Margapati itu berasal dari dua kata "mrga" berarti Binatang dan "pati" berarti Mati. Tarian Margapati  melukiskan gerak-gerik seekor raja hutan (singa) yang sedang mengintai mangsa.

Tarian Margapati ini diciptakan oleh I nyoman Kaler pada Tahun 1942, tarian ini ditarikan oleh seorang perempuan, namun tarian ini memiliki gerakan yang sangat keras dan tegas.

BaliArt Net

https://www.youtube.com/watch?app=desktop&v=AeFyVyEvv_g


Tari Cilinaya

 Tari Cilinaya merupakan tari kreasi, yang masih tetap bertahan sampai saat ini, dimana tarian ini diciptakan oleh seorang Maestro Tari Tradisional Bali bapak I wayan Dibia, pada tahun 1986, Tarian Cilinaya diciptakan untuk dipentaskan oleh Sekaa Gong Patra Kencana Singapadu, Gianyar.


Dalam tradisi dibali pada saat upacara ada beberapa ornamen atau hiasan yaitu "Cili" yang melambangkan Kecantikan. 

Diambil dari Facebook



Cili adalah Lambang Kecantikan, terlihat dari pakaian Penari Cilinaya menggunakan kain panjang yang ujungnya lancip dengan motif berwarna, merupakn ciri khas dari Tarian Cilinaya.

Dalam Tari Cilinaya menampilkan sekelompok gadis cantik yang menarikan Tarian ini dengan geraknya lemah gemulai menari mempertontonkan kecantikannya , dipadu dengan pakaian yang khas melambangkan keceriaan dan kegembiraan.



Tari Pendet

 Seni Budaya Bali yang juga menarik untuk wisatawan lokal maupun asing yaitu Seni Tari yang beraneka ragam, seperti yang sudah kami jelaskan diblog pertama. Melanjutkan blog yang kedua yaitu mengenai seni tari. 

Tari Pendet  

Tari Pendet salah satu dari wisata budaya yang sangat dibanggakan Indonesia, karena keunikan dari Tari Pendet ini sempat menjadi perbincangan dan viral saat itu karena negara tetangga, megklaim secara sepihak. Maka kita sebagai generasi muda sepatutnya tetap menjaga dan melestarikan seni dan budaya, warisan nenek moyang.


Dari awal Tari Pendet itu sendiri sebagai tari persembahan yang dilakukan di Pura yang ada di Bali, namun seiring berkembangnya Zaman turut juga merubah fungsi dari tari pendet sebagai Tari penyambutan tamu.


Tari Pendet biasanya ditarikan berpasangan, dengan membawa tempat atau wadah berisi bunga yang nantinya pada akhir tari akan ditaburkan.


Tari Pendet mempunyai karakteristik yang sangat menarik dan unit seperti, tari sakral dan sangat religius, usianya mulai dari anak-anak, hingga lansia.






Tari Sakral Bali

 Pada kesempatan ini kami membahas tentang Tarian Tradisional Bali yang tergolong dengan Tarian Sakral. Dalam Tarian Tradisional Bali pada dasarnya tergolong dengan 3 jenis tarian yaitu :


Tari Wali 
Tari Bebali
Tari Bali-balihan

Tari Wali itu merupakan seni tari pertunjukan yang sakral dimana pada saat pementasan hanya ada rangkaian upacara agama yang ada di Pura, yaitu Tari Rejang, yang secara khusus ditampilkan pada saat berlangsungnya upacara keagamaan hindu diBali.

Tari Rejang biasanya ditarikan oleh sekelompok wanita atau masal. Rejang ada beberapa jenis yaitu

- Rejang Deha 
- Rejang Renteng
- Rejang Dewa
- Rejang Galuh


Tari Rejang – sumber foto : facebook.com






Dengan berkembangnya zaman, tarian ini masih tetap ada hingga sekarang, karena tarian ini tidak pernah terlepas dari kehidupam di Bali khususnya dalam melaksanakan kegiatan Upacara.

Tari Wali

 Tari Wali

Dimana pada saat pementasannya sebagai penunjang jalannya suatu upacara agama Hindu yaitu sebagai sarana pengiring upacara. Tarian ini mengandung sebuah cerita ketika berlangsungnya upacara tersebut, dengan memiliki suatu skenario yang alot, salah satunya Topeng Pajegan, kami menjelaskan tentang Topeng Pajegan.

Topeng Pajegan 

Pajegan dalam istilah Bali yang berasal dari kata "Pajeg" yang berarti borongan, lengkapnya disebut Topeng Pajegan, dimana seorang penari itu menarikan topeng dengan jumlah banyak untuk dipentaskan sendiri. Topeng pajegan juga disebut dengan Tari Wali, dimana memiliki fungsi makna untuk upacara keagamaan. Salah satu tokoh dari topeng pajegan ini adalah Topeng Sidakarya, dimana meiliki dua kata Sidha dan Karya, Sidha berarti  berhasil dan Karya  berarti upacara, dalam konteksnya Sidhakarya itu memiliki makna bahwa ialah yang menentukan sidha  dan karya, berhasilnya suatu upacara, kerna tanpa kehadiran Tokoh Topeng Sidakarya upacara tersebut belum selesai.

Seorang penari Topeng Pajegan dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni, karena harus memiliki kemampuan tentang upacara maupun cerita yang akan dimainkan. Tarian ini tidak hanya sebagai penghibur akan tetapi sarat dengan makna yang terselip didalam cerita tersebut.

Topeng Sidakarya (Foto: @tapelbali Instagram/othersta.com)



tari yang berasal dari bali adalah

 Tari Topeng Tua


Merupakan bagian dari tarian tradisional Bali yang dipentaskan sebagai hiburan dan juga pelengkap dari upacara keagamaan hindu. Topeng ini memilikidua fungsi yaitu Tari Topeng Tua yang juga disebut Tari Werda Lumaku


                               Photo by Nikka A. Gunadharma


Tari Topeng Tua identik dengan karakteristik Tua, dimana sang penari menjiwai Tarian layaknya pria yang sudah berusia senja.


Penggambara dan gerak dari tari Topeng Tua ini menyiratkan beragam pesan yang sangat penting, dan juga menggambarkan perilaku seorang laki-laki tua yang sangat bijak.


Gerakan pementasan Tari Topeng Tua juga menyiratkan romantisme seseorang yang sudah tua terhadap masa mudanya yang energik, dimana divisualkan dari beberapa gerakkanya yang seakan penuh semangat dan riang namun tiba-tiba terhuyung.


Tari Topeng Tua juga memiliki arti yang berbeda dimana pada umumnya penggambaran tarian ini ada dua rupa, yakni rupa bersih, putih, rapi dan ganteng. Dimana dahulunya pada masa mudanya merupakan sosok yang berwibawa, berpengaruh terhadap masyarakat, dan rupanya yang satu kurang rapi yang menggambarkan pada masa mudanya merupakan rakyat jelata.



Tari Kecak merupakan tari tradisional dari Bali.

 Kesenian Khas Bali

Bali memang menyimpan banyak kebudayaan serta keindahan yang sangat khas. Wisata alamnya yang begitu indah, kebudayaan yang unik seperti baju adat, upacara adat,bahasa daerah hingga kesenian yang selalu menarik perhatian mata pengunjung.

Keberadaan Kesenian Bali menjadi aset yang sangat penting untuk pendukung dari perkembangan pariwisata yang ada di Pulau Bali.

Perkembangan pariwisata di Bali sangat meningkat, kesenian khas Bali tidak hanya digelar dalam suatu upacara keagamaan, tetapi juga di gelar sebagai seni pertunjukan yang bersifat sebagai penghibur dan memberikan edukasi.

Kesenian Bali mempunyai tujuan dan makna tersendiri, dimana masyarakat Bali tetap menjaga dan melestarikan sata saat ini. Berberapa Kesenian Khas Bali yaitu:

 Tari Kecak







Tari Kecak sarat dengan makna yang terkandung dalam tarian tersebut dimana berhubungan dengan keindahan, nilai yang religius dan pesan moral.Tari Kecak disebut Tari Cak. dimana dalam pertunjukan tarian ini peragakan dengan puluhan penari laki-laki yang tidak mengenakan baju, hanya mengenakan kamben/kain hitam dengan saput berwarna putih hitam.

Tari Kecak juga mepunyai Cerita Ramayana, dimana pada saat Rama berjuang menyelamatkan Dewi Shinta, yang dibantu oleh puluhan kera untuk melawan Rahwana.


Wayang Kulit

Denpasar (Metrobali.com)

Denpasar (Metrobali.com)







Pertunjukan Wayang Kulit, mempunyai dua jenis alur atau teman cerita, yaitu Tema sebagai penghibur dan sebagai pertunjukan sepiritual. Dimana Wayang Kulit sebagai penghibur biasanya ditemukan dalam acara pesta rakyat dengan alur cerita yang kontemporer yang sering berkaitan dengan perkembangan zaman dimasyarakat. Dan sebagai pertunjukan spiritual itu biasanya pada saat upacara keagamaan tertentu sebagau bagian dari pelengkap daripada upacara.

Didalam Pertunjukan Wayang Kulit, biasanya membawakan cerita dari Ramayana, Mahabrata dan Calonarang, dan yang lain. Dalam perkembangan wayang kulit bali sudah mengalami kemajuan, diamana adanya sentuhan teknologi modern yang ada saat ini, seperti contoh halnya yang dulu menggunakan obor sekarang sudah mulai menggunakan lampu sebagai pemanis dan penambah riuh suasana. 

Jenis Pertunjukan Wayang Kulit, yaitu ada dua jenis seprti: 

Wayang Lemah, biasanya berkaitan dengan uapacara keagamaan

Wayang Peteng, mempunyai makna dan tema yang luas biasanya sebagai penghibur dan juga sebagai upacara keagamaan.


Tari Legong

Tari Legong Keraton
sumber : https://www.flickr.com/photos/dlumenta/25962711


Tari Legong berasal dari kata " Leg" yang berarti Luwes atau Elastis sedangkan " Gong" berarti gamelan, jiak digabungkan akan berarti gerakan yang terikat terutama eksentuitasnya dengan gamelan atau musik pengiringnya.

Tari Legong dalam kasanah Budaya bali merupakan jenis Tari Klasik, dimana awal mulanya dari istana kerajaan yang ada di Bali, hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan yaitu di dalam kerajaan sebagai tari hiburan. Tari Legong sarat dengan unsur tentang nilai keagamaan dan sejarah budaya Bali.

Dalam pementasan Tari Legong terdapat unsur yang sangat menarik seperti, alat musik menggunakan gamelan pelegongan, busana dan tata risan Tari Legong.

Ada beberapa jenis Tari Legong yaitu

Tari Legong Keraton ( Lasem) 

Tari Legong Kuntul

Tari Legong Jobog

Tari Legong Semarandana

Tari Legong Andir

Bahkan ada beberapa versi tari legong yang tersebar di seluruh Bali.

Tari Margapati

  Mengenal Seni Budaya Bali, yang terkenal dengan Pulau Seribu Pura. Bali merupakan salah satu Pulau di Indonesia yang beribukotakan Denpasa...